Teks Laporan Hasil observasi
Laporan Hasil Observasi (LHO) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi adalah peninjauan secara cermat. Peninjauan tersebut dapat berupa pengamatan terhadap objek, fenomena, atau kegiatan dengan tujuan untuk memahami atau memperoleh informasi.
Suharsimi Arikunto (2013) menyatakan bahwa teknik observasi merupakan kegiatan pengamatan yang melibatkan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra, seperti penglihatan, penciuman, pendengaran
dapat disimpulkan bahwa teks laporan hasil observasi merupakan tulisan yang memaparkan hasil pengamatan, berisi informasi berupa fakta yang diperoleh melalui pengamatan, serta disajikan secara objektif tanpa memuat opini penulis.
1. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
a. Bersifat objektif dan universal: Objektif artinya teks laporan hasil observasi disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya. Universal artinya teks laporan hasil observasi tidak memihak kepada pihak tertentu, bersifat umum atau general, dapat dipahami oleh semua orang, dan tidak merugikan orang lain.
b. Objek observasi tunggal: Objek yang diamati merupakan satu objek tunggal, meskipun hasil pelaporannya dapat disusun secara umum atau bersifat universal.
c. Bersifat faktual: Teks laporan hasil observasi ditulis berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pengamatan di lapangan.
d. Berkesinambungan: Setiap bagian dalam laporan harus saling berkaitan dan mendukung keseluruhan isi teks secara runtut dan logis.
e. Ditulis secara lengkap, detail, dan menyeluruh: Teks laporan hasil observasi disusun secara lengkap dan detail sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observas.
f. Terkini atau relevan: Isi teks laporan hasl observasi ditulis berdasarkan penelitian yang engangkat isu atau kasus terkini, terbaru, atau masih relevan dengan kondisi saat ini.
g. Bukan opini pribadi: Laporan observast disusun berdasarkan hasil pengamatan nyata. bukan berdasarkan opini atau pendapat F pribadi penulis sehingga objek yang diobservasi atau diamati harus jelas, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi
a. Sebagai dokumentasi hasil kegiatar pengamatan.
b. Sebagai laporan kegiatan pengamatan
c. Untuk mengetahui perkembangan suatu peristiwa.
d. Sebagai upaya dalam menyelesaikan suatu persoalan yang sedang terjadi.
e. Sebagai alat kontrol dan evaluasi terhadap suatu fenomena
f. Sebagai dasar pengambilan keputusan yang efektif dan tepat sasaran.
g. Sebagai sumber ilmu pengetahuan dan bahan untuk penelitian selanjutnya
h. Sebagai dasar penyusunan kebijakan pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.
3. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
a. Pernyataan umum atau klasifikasi: Pernyataan umum merupakan bagian pembuka yang berisi informasi umum mengenai hal yang akan disampaikan. Bagian ini menguraikan objek yang akan dikaji serta menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut, termasuk klasifikasi dan informasi pendukung lain yang relevan.
b. eskripsi bagian: Deskripsi bagian berisi penjelasan tentang hal-hal yang lebih khusus atau spesifik mengenai objek yang diamati. Penjelasan dapat mencakup ciri-ciri karakteristik, struktur, atau bagian-bagian objek secara terperinci.
c. Deskripsi manfaat: Bagian ini menguraikan fungsi dan manfaat dari setiap objek yang diamati dalam kehidupan sehari-hari.
d. Kesimpulan: Bagian kesimpulan berisi ringkasan hasil observasi yang mencakup temuan penting dan kesimpulan yang dapat dirumuskan dari hasil pengamatan
4. Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
a. Menggunakan tata bahasa baku karena bersifat ilmiah dan informatif
b. Menggunakan kata benda atau peristiwa umum sebagai objek utama pemaparan
c. Menggunakan frasa nomina yang dikuti oleh penjenis dan pendeskripsi.
d. Menggunakan verba relasional, seperti ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan sebagainya (digunakan untuk menyatakan definisi suatu istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu)
e. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
f. Menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan hubungan antarkalimat atau antarparagraf, seperti tambahan (dan, serta), perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama), pertentangan (sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal), serta pilihan (atau).
g. Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks sesuai kebutuhan informasi.
h. Menggunakan kalimat definisi dan deskripsi untuk menjelaskan objek secara jelas dan mendalam
i.Menggunakan istilah keilmuan atau kata-kata teknis yang sesuai dengan bidang pengamatan.
j.Menggunakan kata sifat untuk memperjelas, mengubah, atau memperkuat makna kata benda yang diikutinya agar menjadi lebih spesifik.
5. Langkah-Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Langkah-langkah menulis teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.
a. entukan tema atau isu yang akan diobservasi dan dijadikan topik penulisan.
b. Bumuskan tujuan observasi secara jelas.
c. Lakukan proses observasi dengan teliti dan hati-hati agar data yang diperoleh akurat.
d. Catat data penting dari objek selama proses
e. Tentukan kriteria atau aspek yang akan observasi. dijelaskan dalam laporan.
f. Batasi hal-hal yang harus dilaporkan agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan sejak awal.
g. Deskripsikan nsur-unsur sesuai dengan aspek yang diamati, dimulai dari pernyataan umum yang mendefinisikan objek.
h. Lengkapi teks laporan hasil observasi dengan data atau gambar yang dapat menunjukkan objek secara faktual.
i.Susun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan temuan selama proses observasi.
Komentar
Posting Komentar