Teks eksposisi
Teks eksposisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teks eksposisi adalah teks yang berisi uraian atau informasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan, dan disajikan dengan fakta untuk memperkuat informasi tersebut Dengan kata lain, teks eksposisi adalah teks yang menguraikan pandangan, gagasan, atau opini yang dilengkapi dengan argumen dan fakta pendukung untuk menguatkannya sehingga penjelasan logis dari penulis dapat membuka wawasan pembaca.
Tujuan teks eksposisi adalah memberikan informasi atau pengetahuan berdasarkan fakta sesuai dengan sudut pandang tertentu sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami makna serta isi pengetahuan yang terkandung di dalam teks tersebut Oleh karena itu, unsur-unsur yang harus ada dalam teks eksposisi adalah gagasan dan fakta.
1. Ciri-Ciri Teks Eksposisi
Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.
a. Memberikan informasi atau pengetahuan.
b. Menggunakan bahasa yang baku.
c Berisi fakta.
d. Format penulisan yang singkat, jelas, dan padat.
e. Bersifat objektif dan tidak memihak.
2. Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi dibangun dengan struktur berikut.
a. Tesis berisi pengenalan isu, masalah, gagasan utama, hingga pandangan penulis secara umum terkait topik atau masalah yang dibahas.
b Rangkaian argumen: berisi pendapat dalam bentuk alasan yang logis, informasi sesuai hasil temuan, fakta yang terjadi, hingga pernyataan para ahli.
c. Penegasan ulang berisi penegasan terhadap pendapat awal sekaligus menyajikan simpulan dan saran terhadap keseluruhan masalah yang dibahas
3. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
Kaidah kebahasaan yang digunakan pada teks eksposisi adalah sebagai berikut
a. Penggunaan kata-kata teknis (hutan lindung sedimentasi, budaya tradisional wanawisata, pemanasan global dan lain-lain).
b. Penggunaan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (jika, karena, sebab, akibatnya, dengan demikian, oleh karena itu, dan lain-lain)
c. Penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan kronologis/temporal (akhirnya, namun, sebelum itu, kemudian, sebaliknya, berbeda halnya, dan lain-lain).
d. Penggunaan kata kata yang berhubungan dengan perbandingan/pertentangan (sementara itu, sedangkan, berbeda halnya, namun, dan sebagainya).
e. Penggunaan kata kerja mental atau melibatkan aktivitas jiwa dan/atau perasaan atau pemikiran (menyimpulkan, memperkirakan, mengharapkan. memprihatinkan, mengagumkan, menyedihkan, menduga, mengasumsikan, dan menjelaskan).
f. Penggunaan kata-kata rujukan (berdasarkan data merujuk pada pendapat menurut pendapat dan sebagainya).
g. Penggunaan kata-kata persuasif (semestinya, sebaiknya, diharapkan, perlu, hendaklah, baik bila dan lain-lain).
h. Penggunaan kata-kata denotatif (kata yang memiliki makna sebenarnya atau kata yang belum mengalami perubahan makna).
4. Pola Pengembangan Teks Eksposisi
Dalam teks eksposisi, hubungan antarbagian dalam teks berpola sebab akibat. Pola-Pola-pola pengembangan teks eksposisi adalah sebagai berikut
a Pola umum-khusus
b. Pola khusus-umum
c. Pola ilustrasi
d. Pola perbandingan
5. Langkah Penyusunan Teks Eksposisi
Langkah-langkah menyusun memerlukan tahapan sistematis
a. Menentukan isu ataupun ma dibahas
b. Membaca berbagai sumbe dengan isu yang dipilih.
c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu yang dipilih.
d. Menyusun kerangka karan eksposisi.
e. Mengembangkan kerangka menjadi teks eksposisi.
f. Melakukan penyuntingan kesalahan tata bahasa, eja dan ketepatan isi.
Komentar
Posting Komentar